Showing posts with label Kawanua News. Show all posts
Showing posts with label Kawanua News. Show all posts
Diduga Korupsi, anggota DPRD Tomohon di nonaktifkan
Manado—Hanya gara-gara melaporkan dugaan pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat di Kota Tomohon, salah satu anggota DPRD Tomohon, JWT Lengkey, dinonaktifkan dari kegiatan DPRD Tomohon selama satu tahun oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Tomohon.Sanksi tersebut dijatuhkan dalam rapat paripurna DPRD Tomohon minus Ketua DPRD, Rabu (7/5).Ketua BK DPR Tomohon, Susan Grace Undap kepada wartawan di Manado, Jumat (9/5), mengatakan keputusan penonaktifkan itu karena Lengkey dinilai melanggar kode etik. ”Putusan tersebut sah karena sudah melalui rapat paripurna yang dihadiri lebih dari setengah anggota DPRD Tomohon,” tegas Susan dari Partai Damai Sejahtera (PDS) itu.Sedangkan Lengkey yang juga Ketua Fraksi PDIP, merasa keberatan atas putusan terhadap dirinya yang tidak prosedural. ”Saya dijatuhi sanksi setahun tidak boleh aktif dalam kegiatan DPRD Tomohon terhitung sejak ditetapkan. Alasannya, saya melanggar kode etik. Dan kode etik yang dimaksudkan adalah melaporkan dugaan korupsi ke Polda Sulut dan soal gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di mana letak kesalahan dengan melaporkan dugaan korupsi? Apa salah jika saya melaporkan dugaan korupsi pejabat-pejabat yang tiba-tiba punya aset bergerak dan tidak bergerak baik di Tomohon maupun di Jakarta? Apakah DPRD akan diam saja menghadapi hal ini?” ungkap Lengkey.Ia juga menilai rapat paripurna yang tidak prosedural karena menabrak tata tertib No 7/2006 pasal 60 ayat 6, yaitu DPRD mengadakan rapat atas undangan ketua dengan dasar jadwal panitia musyawarah (panmus). Keputusan BK tersebut juga menabrak kode etik No 6/2006 DPRD pasal 28, yang menyatakan keputusan BK harus ditandatangani oleh ketua, wakil ketua dan anggota. Tetapi jadwal panmus itu tidak ada dan tanda tangan BK hanya oleh ketua.”Ketua Fraksi PDIP dan Partai Demokrat tidak setuju rapat pleno dilakukan. Tapi, tetap saja dengan pimpinan rapat wakil ketua DPRD yang menabrak tata tertib pasal 71 tentang pimpinan rapat dan rekomendasi BK menonaktifkan saya satu tahun untuk tidak mengikuti sidang DPRD, menyalahi UU Susduk DPRD,” tegas Lengkey. n
Label:
Kawanua News
Sejumlah Ruas Jalan Baru Di Bangun Di Kota Tomohon

Guna mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas di jalan utama kota Tomohon, Pemkot saat ini sedang membangun jalan-jalan alternatif. Lokasinya tersebar di beberapa kelurahan. Mulai dari Kolongan, Woloan, Talete hingga Kakaskasen. Selain itu, ruas jalan lingkar timur dari Kaaten sampai Kinilow, saat ini sedang diperlebar. Kelak kendaraan umum dari arah Tondano yang akan ke Manado dapat melewati jalan ini. Begitu juga sebaliknya.
Menurut pantauan tomohononlline, beberapa jalan tersebut sudah dapat dilalui dengan nyaman, seperti jalan dari perempatan walian menuju Polres Tomohon dan kantor Kejaksaan Negeri Tomohon, yang sudah diaspal hotmix.
Di ruas jalan lingkar timur, terdapat beberapa jalan penghubung. Yaitu jalan penghubung ke Polsek Tomohon di kelurahan Talete, jalan ke Bukit Inspirasi dan yang akan tembus ke Kakaskasen. Semua jalan tersebut sudah layak dilalui karena sudah diaspal.
Mengurangi Kemacetan
Dengan adanya jalan-jalan alternatif ini, maka kepadatan lalu lintas di jalan utama Tomohon akan berkurang. Sebagi contoh, untuk menghindari kemacetan di pusat kota, kendaraan dari arah Tondano yang akan ke Manado, dapat memanfaatkan jalan lingkar timur. Sedangkan kendaraan dari arah selatan yang akan ke arah barat seperti Woloan, Tara-Tara sampai Tanawangko, dapat mengambil route melawati Kantor Kejaksaan, atau Kantor Walikota yang baru. Dan untuk kendaraan yang akan menuju ke Manado dapat melalui jalan yang melewati lembaga pemasyarakatan dan jalan di belakang RS Gunung Maria.
Objek Wisata
Perhentian ke 13 Jalan Salib, di Bukit Doa Kakaskasen.
Selain digunakan untuk jalan alternatif, jalan lingkar timur dan barat juga memiliki potensi wisata. Di lingkar barat, yang menghubungkan kelurahan Tumatangtang, Kampung Jawa, Pinaras, Woloan dan Kayawu, terdapat pemandangan alam perkebunan. Sedangkan jalan dari Woloan menuju Kayawu, terdapat pemandangan persawahan dan gunung Lokon yang sangat indah.
Jika di lingkar barat ada pemandangan alam, maka di lingkar timur terdapat lokasi wisata religius, bukit doa. Tempat Wisata yang hampir rampung dibangun ini, milik dari Taipan Kota Tomohon, Ronald Korompis yang juga pemilik Sekolah bertaraf internasional SMA Lokon. Di tempat ini, para wisatawan dapat melakukan prosesi Jalan Salib. (joudy/tommy)
Menurut pantauan tomohononlline, beberapa jalan tersebut sudah dapat dilalui dengan nyaman, seperti jalan dari perempatan walian menuju Polres Tomohon dan kantor Kejaksaan Negeri Tomohon, yang sudah diaspal hotmix.
Di ruas jalan lingkar timur, terdapat beberapa jalan penghubung. Yaitu jalan penghubung ke Polsek Tomohon di kelurahan Talete, jalan ke Bukit Inspirasi dan yang akan tembus ke Kakaskasen. Semua jalan tersebut sudah layak dilalui karena sudah diaspal.
Mengurangi Kemacetan
Dengan adanya jalan-jalan alternatif ini, maka kepadatan lalu lintas di jalan utama Tomohon akan berkurang. Sebagi contoh, untuk menghindari kemacetan di pusat kota, kendaraan dari arah Tondano yang akan ke Manado, dapat memanfaatkan jalan lingkar timur. Sedangkan kendaraan dari arah selatan yang akan ke arah barat seperti Woloan, Tara-Tara sampai Tanawangko, dapat mengambil route melawati Kantor Kejaksaan, atau Kantor Walikota yang baru. Dan untuk kendaraan yang akan menuju ke Manado dapat melalui jalan yang melewati lembaga pemasyarakatan dan jalan di belakang RS Gunung Maria.
Objek Wisata
Perhentian ke 13 Jalan Salib, di Bukit Doa Kakaskasen.
Selain digunakan untuk jalan alternatif, jalan lingkar timur dan barat juga memiliki potensi wisata. Di lingkar barat, yang menghubungkan kelurahan Tumatangtang, Kampung Jawa, Pinaras, Woloan dan Kayawu, terdapat pemandangan alam perkebunan. Sedangkan jalan dari Woloan menuju Kayawu, terdapat pemandangan persawahan dan gunung Lokon yang sangat indah.
Jika di lingkar barat ada pemandangan alam, maka di lingkar timur terdapat lokasi wisata religius, bukit doa. Tempat Wisata yang hampir rampung dibangun ini, milik dari Taipan Kota Tomohon, Ronald Korompis yang juga pemilik Sekolah bertaraf internasional SMA Lokon. Di tempat ini, para wisatawan dapat melakukan prosesi Jalan Salib. (joudy/tommy)
Label:
Kawanua News
Banjir, longsor Landa Kota Tomohon
Tomohon—Kurang lebih 100 rumah di kelurahan Walian kecamatan Tomohon Selatan dan Matani II Lingkungan 2 dan IV, Kecamatan Tomohon Te-ngah tergenang air setinggi bitis orang dewasa, pada Ming-gu (11/5) malam. Air mulai me-nggenangi perumahan warga dari jam 7 malam kemudian surut 9:30 Wita. Dalam peristiwa tersebut me-nurut Lurah Tomohon Tengah Drs Edy Turang, tidak ada korban jiwa. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Dan tercatat dalam peristiwa tersebut sekitar 100 rumah warga yang ter-genang. Hujan yang turun malam itu sangat deras sekali, bahkan durasi curahan hujan cukup lama,” imbuhnya. Menurut warga ketika dita-nyai asal air tersebut adalah mulai dari puncak gunung Ma-sarang yang mengalir ke Kaa-ten. “Lantaran drainase yang dibangun Pemkot Tomohon begitu dalam dan baik, sehing-ga air yang mengalir ke drainase yang ada di Kaaten begitu banyak. Namun sayangnya saluran air yang ada di Matani dan Walian penampungannya hanya sedikit sehingga air yang datang langsung meluap menu-tupi badan jalan,” tutur Ventje Palandeng warga Matani. Dari hasil pantauan harian ini pasca banjior yang terjadi, se-jumlah material pembangunan drainase mulai dari batu kerikil dan pasir serta tanah berham-buran menyatu di jalan-jalan. Lokasi tersebut berada di Kaa-ten, Walian, bahkan di Talete II. Sejumlah kontraktor mengaku akibat cuaca ini yang membawa bahan material mereka ini, dapat ditaksir merugi hingga belasan juta rupiah. “Bagaimana lagi torang mo kerja kalau dengan bahan ikut terseret air, yah beginilah resiko kami sebagai kontraktor,” ujar salah satu kontraktor pembuatan drainase yang enngan namanya ditulis. Sementara itu menurut Wali-kota Tomohon melalui Kabag Humas Tomohon Drs Boy Mandagi, bahwa pemerintah tetap akan berupaya agar Tomohon ntidak akan terjadi banjir lagi. “Kita akan jamin jika kedepan Tomohon tidak akan banjir lagi, tapi ini butuh komitmen dengan masyarakat agar tidak membuang sampah ke selokan,” ujarnya.(erka)
Label:
Kawanua News
Tomohon Pecahkan 3 Rekor Muri dan 1 Rekor Dunia
Spektakuler! Kata ini cukup menggambarkan kesuksesan yang diraih Pemerintah Kota Tomohon ketika menggelar event bertajuk Tomohon Flower Festival (TFF) 2008. Pasalnya, dengan event pertama berskala nasional yang berlangsung selama seminggu tersebut (29 Juni-6 Juli), Pemkot Tomohon berhasil memecahkan tiga rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sekaligus. Ketiga rekor tersebut adalah untaian bunga terpanjang di Indonesia, yakni sepanjang 8 Km, 46 kendaraan hias dengan 100 persen menggunakan bunga segar terbanyak, serta pembuatan karpet bunga terbesar di Indonesia yang nyaris menggunakan 10 juta kuntum bunga. Hal ini terungkap pada penyerahan piagam rekor MURI yang diterima langsung Walikota Tomohon Jefferson Rumajar, SE. di tribun lapangan Rindam belakang eks Kantor Walikota Tomohon, di Kakaskasen III. Piagam tiga rekor Muri tersebut diserahkan langsung perwakilan dari Muri Paulus Pangka, SH. dan disaksikan para Muspida, pejabat dan ratusan PNS (Pegawai Negeri Sipil) serta puluhan siswa SMP yang ikut hadir pada kesempatan tersebut. Menariknya, Pangka dalam sambutannya mengatakan, karpet bunga terbesar di Kota Tomohon tersebut bisa diklaim sebagai rekor dunia saat ini. Sampai dengan saat ini belum ada yang secara resmi mengklaim telah menorehkan rekor dunia melalui pembuatan karpet bunga raksasa ini. Belanda dengan ukuran 50X50 m², Tomohon dengan 50X80 m² dan ada lagi dari Cina yang mengklaim membuat karpet bunga raksasa dengan ukuran 100X100 m². Tapi semuanya belum bisa dipastikan dan baru sebatas klaim. Makanya karpet bunga raksasa di Tomohon juga layak diklaim sebagai karpet bunga terbesar di dunia, ungkapnya. Lebih jauh ia menjelaskan, ketika pihaknya tiba di Kota Tomohon dan melihat karpet bunga terbesar tersebut, mereka berkeyakinan bahwa Tomohon layak masuk rekor nasional dan bahkan dunia. Kami sudah meminta panitia membuat berita acara dan hasilnya, Tomohon layak mendapatkan tiga rekor nasional tersebut. Ini sebuah hasil yang spektakuler. Pak Ketua MURI Jaya Supratna ketika kami melaporkan, beliau mengatakan, Tomohon benarbenar spektakuler dan layak mendapat penghargaan ini, ujarnya. Sementara itu, Walikota Tomohon Jefferson Rumajar menegaskan, keberhasilan mengukir tiga rekor nasional tersebut berangkat dari sebuah perjuangan dan pengorbanan dari semua pihak. Pemerintah, panitiaa pelaksana, anggota DPRD, para stakeholders, pers dan masyarakat Kota Tomohon, semuanya ikut serta berperan aktif sehingga Tomohon boleh mengukir tiga rekor tersebut, tegasnya. Karenanya, Walikota mengatakan penghargaan tiga rekor MURI ini merupakan persembahan terbaik pemerintah kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon. Ini sebuah apresiasi dari sebuah kejujuran dan kerja keras. Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya akan semakin lebih baik lagi, paparnya. Namun demikian Walikota mengingatkan bahwa rekor MURI bukanlah merupakan target dari Pemkot Tomohon. Rekor adalah sebuah apresiasi, tapi target kita adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat. Dan ini sebuah perjuangan yang harus terus kita lakukan, ajaknya. Di sisi lain, Walikota Rumajar mengatakan, apa yang dihasilkan pemerintah dan masyaraat Kota Tomohon melalui event nasional bertajuk Tomohon Flower Festival, tak lepas dari campur tangan Tuhan. Bahkan dirinya menganggap, hasil spektakuler dengan tiga rekor nasional merupakan sebuah mukjizat dari Tuhan. Ini sebuah mukjizat dari Tuhan. Campur tangan Tuhan sangat luar biasa sehingga Tomohon berhasil menyukseskan sebuah event dan menorehkan prestasi ini, ungkapnya. Lebih jauh Walikota pun memberikan kesaksiannya seputar persiapan hingga pelaksanaan TFF ini. Menurutnya, keberlangsungannya event ini dari awal hingga pelaksanaan tak pernah lepas dari pergumulan, entah karena pengaruh alam atau dari manusia sendiri. Dipaparkannya, awalnya event TFF sebenarnya digelar pada bulan Januari 2008, namun untuk menghindari ancaman hujan seperti dua event sebelumnya, akhirnya diputuskan bulan Juni-Juli 2008. Tapi pada acara pembukaan justru hujan turun. Ini pergumulan alam dan itu terus berlanjut hingga menjelang pembukaan Tournament of Flower (ToF). Dan bahkan pada pembuatan karpet bunga terbesar pun pergumulan alam ini kembali berlanjut. Namun syukur, karena Tuhan telah memberikan yang terbaik kepada Kota Tomohon sehingga tidak terjadi hujan pada acara ToF dan karpet bunga. Itu berarti Tuhan pun menyaksikan pelaksanaan TFF ini, ujar Walikota tersenyum. Walikota menambahkan, event nasional ini berangkat dari sebuah mimpi bagaimana menemukan jati diri Kota Tomohon. Dan kini dirinya kembali menelurkan mimpi untuk bisa melakukan event yang lebih besar dan lebih heboh lagi. Kita sudah menemukan identitas kita yakni bunga. Dengan bunga kita membangun pariwisata dan akhirnya menjadi Kota Industri Florikultura. Dan saat kini dengan bunga kita kita akan menyapa dunia, tukasnya.(imo/hariankomentar)
Label:
Kawanua News
Akhir Zaman
Pertanyaan: Menurut nubuat akhir zaman apa yang akan terjadi?
Jawaban: Alkitab berbicara banyak mengenai akhir zaman. Hampir setiap kitab dalam Alkitab mengandung nubuat mengenai akhir zaman. Berusaha mengerti dan menata setiap nubuat ini dapat merupakan pekerjaan yang sulit. Berikut ini adalah ringkasan yang sangat singkat mengenai apa yang Alkitab katakan akan terjadi pada akhir zaman:
Kristus akan memindahkan semua orang percaya yang merupakan bagian dari Gereja (orang-orang suci Perjanjian Baru) dari dunia ini melalui peristiwa yang disebut Pengangkatan (1 Tesalonika 4:13-18; 1 Korintus 15:51ff). Pada Tahta Penghakiman Kristus, orang-orang percaya ini akan diberikan pahala untuk perbuatan baik dan pelayanan mereka. Mereka mungkin saja kehilangan pahala mereka karena tidak melayani dan tidak taat, namun tidak akan kehilangan hidup kekal (1 Korintus 3:11-15; 2 Korintus 5:10).
Anti Kristus (binatang) akan berkuasa dan menandatangani pakta perdamaian (perjanjian) dengan Israel untuk masa tujuh tahun (Daniel 9:27). Masa tujuh tahun ini dikenal sebagai masa Tribulasi (kesengsaraan). Dalam masa Tribulasi ini akan terjadi peperangan, kelaparan, wabah dan berbagai bencana alam. Tuhan mencurahkan murkanya terhadap dosa dan kejahatan. Tribulasi menjadi tempat untuk ke empat penunggang kuda dalam Wahyu dan ke tujuh meterai, sangkakala dan cawan murka Allah.
Kurang lebih setengah dari masa 7 tahun, antikristus akan melanggar perjanjian damai dengan Israel dan berperang dengan mereka. Antikristus akan melakukan kekejian yang membinasakan dan membuat patung dirinya untuk disembah di tempat kudus (Daniel 9:27, 2 Tesalonika 2:3-10). Bagian kedua dari Tribulasi dikenal sebagai Kesengsaraan Besar dan waktu kesusahan bagi Yakub.
Pada akhir dari tujuh tahun Tribulasi, antikristus akan melakukan serangan terakhir terhadap Yerusalem yang memuncak pada Perang Harmagedon. Yesus Kristus akan datang kembali, membinasakan antikristus dan bala tentaranya dan membuang mereka ke dalam lautan api (Wahyu 19:11-21). Kristus akan membelenggu Iblis dalam jurang maut untuk 1000 tahun dan akan memerintah di atas bumi selama 1000 tahun (Wahyu 20:1-6).
Pada akhir dari 1000 tahun Iblis akan dilepaskan, kembali dikalahkan dan dilemparkan ke dalam lautan api (Wahyu 20:7-10). Kristus akan menghakimi orang-orang yang tidak percaya (Wahyu 20:10-15) di Tahta Putih yang Besar, membuang mereka ke dalam lautan api. Akan ada Langit yang Baru dan Bumi yang Baru – tempat kediaman kekal bagi orang-orang percaya. Tidak akan ada lagi dosa, kesusahan atau kematian. Demikian pula Yerusalem yang Baru akan turun dari Surga (Wahyu 21-22).
Leave A Comment »
Jawaban: Alkitab berbicara banyak mengenai akhir zaman. Hampir setiap kitab dalam Alkitab mengandung nubuat mengenai akhir zaman. Berusaha mengerti dan menata setiap nubuat ini dapat merupakan pekerjaan yang sulit. Berikut ini adalah ringkasan yang sangat singkat mengenai apa yang Alkitab katakan akan terjadi pada akhir zaman:
Kristus akan memindahkan semua orang percaya yang merupakan bagian dari Gereja (orang-orang suci Perjanjian Baru) dari dunia ini melalui peristiwa yang disebut Pengangkatan (1 Tesalonika 4:13-18; 1 Korintus 15:51ff). Pada Tahta Penghakiman Kristus, orang-orang percaya ini akan diberikan pahala untuk perbuatan baik dan pelayanan mereka. Mereka mungkin saja kehilangan pahala mereka karena tidak melayani dan tidak taat, namun tidak akan kehilangan hidup kekal (1 Korintus 3:11-15; 2 Korintus 5:10).
Anti Kristus (binatang) akan berkuasa dan menandatangani pakta perdamaian (perjanjian) dengan Israel untuk masa tujuh tahun (Daniel 9:27). Masa tujuh tahun ini dikenal sebagai masa Tribulasi (kesengsaraan). Dalam masa Tribulasi ini akan terjadi peperangan, kelaparan, wabah dan berbagai bencana alam. Tuhan mencurahkan murkanya terhadap dosa dan kejahatan. Tribulasi menjadi tempat untuk ke empat penunggang kuda dalam Wahyu dan ke tujuh meterai, sangkakala dan cawan murka Allah.
Kurang lebih setengah dari masa 7 tahun, antikristus akan melanggar perjanjian damai dengan Israel dan berperang dengan mereka. Antikristus akan melakukan kekejian yang membinasakan dan membuat patung dirinya untuk disembah di tempat kudus (Daniel 9:27, 2 Tesalonika 2:3-10). Bagian kedua dari Tribulasi dikenal sebagai Kesengsaraan Besar dan waktu kesusahan bagi Yakub.
Pada akhir dari tujuh tahun Tribulasi, antikristus akan melakukan serangan terakhir terhadap Yerusalem yang memuncak pada Perang Harmagedon. Yesus Kristus akan datang kembali, membinasakan antikristus dan bala tentaranya dan membuang mereka ke dalam lautan api (Wahyu 19:11-21). Kristus akan membelenggu Iblis dalam jurang maut untuk 1000 tahun dan akan memerintah di atas bumi selama 1000 tahun (Wahyu 20:1-6).
Pada akhir dari 1000 tahun Iblis akan dilepaskan, kembali dikalahkan dan dilemparkan ke dalam lautan api (Wahyu 20:7-10). Kristus akan menghakimi orang-orang yang tidak percaya (Wahyu 20:10-15) di Tahta Putih yang Besar, membuang mereka ke dalam lautan api. Akan ada Langit yang Baru dan Bumi yang Baru – tempat kediaman kekal bagi orang-orang percaya. Tidak akan ada lagi dosa, kesusahan atau kematian. Demikian pula Yerusalem yang Baru akan turun dari Surga (Wahyu 21-22).
Leave A Comment »
Label:
Kawanua News
Subscribe to:
Posts (Atom)

