Showing posts with label Security. Show all posts
Showing posts with label Security. Show all posts

Back up data dengan file BAT

Banyak cara untuk melakukan BACK UP file/data dan blog ini sudah memposting beberapa di antaranya, antara lain, back up dengan SEND TO dan back up dengan VB Script. Pada TIPS DAN TRIK KOMPUTER kali ini, kita akan melakukan back up file/data dengan bantuan PKZIP.exe. Hasil backup berupa file kompresi (*.zip) sehingga akan menghemat ruang penyimpanan (harddisk).
Yang dibutuhkan dalam tips dan trik back up kali ini adalah dua file. Yang pertama file PKZIP.exe. Yang kedua, script sederhana dalam bentuk file *.bat. Yang belum mempunyai file PKZIP.exe, dapat mendownloadnya di sini.Langkah-langkah untuk membuat scriptnya adalah sebagai berikut :
Buka notepad, klik Start > Run kemudian ketik notepad kemudian ENTER atau OK sehingga muncul jendela notepad.Sebagai contoh, ketik script berikut ini pada notepad tersebut.@echo offecho TIPS DAN TRIK BACK UP DATAecho DENGAN HASILecho BERUPA ZIP FILEpauseset drvbck=d:set drvmast=e:md %drvbck%\backuppkzip -rp %drvbck%\backup\gaden.zip %drvmast%\gadenia\*.*Keterangan
Perintah echo menampilkan teks yang kita inginkan. Anda dapat mengganti dengan teks yang lain sesuka Anda.
Perintah pause memberikan kesempatan proses untuk berhenti sementara sampai kita menekan sembarang tombol.“Set drvbck=d:” (tanpa tanda kutip) men-setup drive tempat menampung backup data. Anda dapat mengganti dengan drive yang lain.
“set drvmast=e:” (tanpa tanda kutip) men-setup drive tempat file/data yang akan dibackup. Anda juga dapat mengganti dengan drive yang lain.
“md %drvbck%\backup” (tanpa tanda kutip) membuat directory baru dengan nama “backup”. Anda dapat memberi nama directory yang lain sesuai keinginan Anda.
“PKZIP –rp” (tanpa tanda kutip) perintah menjalankan PKZIP dan option “-rp” (tanpa tanda kutip) perintah membackup/mengcopy file termasuk subfolder yang berada dalam folder yang akan dibackup.
%drvbck%\backup\gaden.zip adalah perintah untuk membuat backup data pada directory backup dengan nama file gaden.zip. Anda juga dapat memberi nama file zip sesuai keinginan Anda.
%drvmast%\gadenia\*.* adalah perintah untuk membuat backup semua file (meliputi semua ekstension file) dari folder gadenia tempat folder yang akan dibackup. Tanda *.* bertujuan agar membackup semua ekstension file, dapat Anda ganti sesuai keinginan Anda, misalnya dengan *.exe berarti hanya file berektensi exe saja yang dibackup, atau *.doc berarti file yang berekstensi doc saja yang dibackup atau ekstension file yang lain.
Setelah selesai menulis scriptnya, kemudian simpan ke dalam file dengan ekstension *.bat. Contoh, penulis menyimpannya dengan nama “back.bat”. Klik File > Save As hingga muncul jendela seperti berikut ini.

Pada baris file name isi dengan BACK.BAT. Kemudian pilih lokasi folder sesuka Anda, tidak harus disimpan di folder tertentu. Yang penting harus satu folder dengan file PKZIP.exe. Kemudian tekan Save maka dalam sekejab Anda telah selesai membuat script BACKUP.




Kemudian tutup jendela notepad dan coba Anda jalankan file tersebut maka akan tampil jendela seperti berikut ini. Untuk mempermudah memanggilnya (eksekusi), dapat dibuatkan shortcutnya di desktop.
Kemudian lanjutkan dengan menekan enter atau sembarang tombol agar program menjalankan perintah backup, seperti di bawah ini.



Setelah proses di atas selesai, coba Anda perhatikan di drive D muncul folder backup dan berisi file gaden.zip.(saya modifikasi dari Bp. Noor Hidayanto, TI Kanwil Surakarta)Catatan :• Jumlah character dari nama folder (baik folder target maupun folder sumber) tidak boleh lebih dari 8 caracter.• Antara folder target dan folder sumber tidak harus berbeda drive, dalam satu drive pun tidak masalah.
Selamat MencobaYang tertarik silakan download di sini.. Tapi sebelumnya Anda harus mempunyai fil PKZIP.EXE

Portable USB WriteProtector



Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang bagaimana membuat sebuah USB flash drive atau flashdisk menjadi read only, hanya dapat dibaca saja dan tidak dapat ditulis. Kita bisa meng-copy file dari flashdisk tetapi tidak dapat meng-copy ke flashdisk. Cara yang diterapkan pada tulisan sebelumnya adalah secara manual dengan mengedit registry, begitu juga saat membuka proteksinya.Sepertinya, cara kerja itulah yang diterapkan oleh USB WriteProtector dengan menyediakan pilihan ON dan OFF untuk membuat flashdisk read only dan membuka proteksinya.


Ketika akan membuat flashdisk read only jalankan USB WriteProtector (dengan menjalankan file UsbWriteProtect.exe), dan set ke USB write protection ON. Baru setelah itu masukkan flashdisk-nya, dan jika sebelumnya sudah terpasang pun harus dicabut terlebih dahulu baru dicolokkan kembali. Dan ketika akan membuka proteksi read-only, set ke USB write protection OFF dan ini pun akan berpengaruh ketika pada pencolokkan flashdisk berikutnya.

Karena sifatnya portable, aplikasi ini dapat dibawa dan dijalankan dari flashdisk. Bagaimana jika komputer yang akan digunakan sudah terinfeksi virus yang melakukan penyebaran melalui media flashdisk? Ketika memasukkan flashdisk, kemungkinan flashdisk akan terlebih dahulu terinfeksi, dan software ini tidak dapat berbuat apa-apa atau bahkan bisa jadi turut terinfeksi pula.
via Softpedia

Jebol Proteksi PC Security TM

Kalau kamu penggemar software-software proteksi buat windows, kamu pasti kenal dengan software yang satu ini. PC Security adalah software proteksi untuk file-file, sistem, boot dan lain-lain yang dilengkapi dengan fiture-fiture proteksi yang menarik. Untuk dapat masuk dan merubah setting proteksinya, kamu harus ident sebagai administrator PC security dan untuk ini akan dimintai password. Agar kamu bisa login tanpa melewati password, caranya cari file yang namanya sdeamon.exe dan winwd.exe yang merupakan file bawaan PC Security TM, file ini dihidden dari windows, jadi masuk lewat DOS. Biasanya letaknya di direktori c:\windows atau c:\windows\system. Delete kedua file ini dan kamu akan bisa masuk ke PC Security TM dengan mudah dan merubah settingnya tanpa dimintai password.

Cara hacking via LAN (untuk curi pass orang2 yang lagi browsing)

Pertama-tama sorry kalo repost karena teknik ini bukanlah teknik yang fresh di dunia hacking tapi teknik ini belum basi karena sampai saat ini masih dapat digunakan karena sebagian besar jaringan meggunakan jaringan hub & switch yang tidak terenkripsi.Mengapa tidak terenkripsi?
* Network Admin sebagian besar adalah orang IT yang specialist dalam membuat program, bukan dalam Network Security* Bila dienkripsi bandwidth yang dibuthkan akan meningkat dan tentu inet yang sudah lemot ini akan semakin lemot dan akhirnya page error* Harganya tidak murah untuk memperoleh yang terenkripsi
Perbedaan antara jaringan Hub dan Switch:
* Pada jaringan hub semua data yang mengalir di jaringan dapat dilihat/diambil oleh komputer manapun yang ada di jaringan asalakan komputer tersebut merequest data tersebut, kalo tidak direquest ya tidak akan datang.* Pada jaringan switch hanya komputer yang melakukan pertukaran data yang dapat melihat data tersebut, komputer2 lain tidak berhak merequest data tersebut.
Masalahnya adalah harga dari router hub dan switch tidak berbeda jauh sehingga kebanyakan tempat sekarang sudah menggunakan metode switch yang menyulitkan untuk network hacking.
Hacking ini menggunakan teknik:
* Sniffing* ARP Poison Routing
Kedua Teknik di atas tidak akan bisa dicegah oleh firewall apapun di komputer korban, dijamin.
Important Note: ARP Poison Routing dapat meyebabkan denial of service (dos) pada salah satu / semua komputer pada network anda
Kelebihan:
* Tidak akan terdeteksi oleh firewall tipe dan seri apapun karena kelemahannya terletak pada sistem jaringan bukan pada komputernya* Bisa mencuri semua jenis login password yang melalui server HTTP* Bisa mencuri semua login password orang yang ada di jaringan Hub selama program diaktifkan* Untuk ARP Poisoning bisa digunakan untuk mencuri password di HTTPS* Semua programnya free
Kekurangan:
* Untuk jaringan Switch harus di ARP poisoning 1 persatu dan bandwidth anda akan termakan banyak untuk hal itu (kalo inet super cepat ga masalah)* Ketahuan / tidak oleh admin jaringan di luar tanggung jawab saya
Mulai dari sini anggap bahwa di network dalam kisah ini ada 3 komputer, yaitu:
* Komputer Korban* Komputer Hacker* Server
Perbedaan-perbedaan antara jaringan switch dan jaringan hub:Langkah-langkah pertama:
1. Cek tipe jaringan anda, anda ada di jaringan switch / hub. Jika anda berada di jaringan hub bersyukurlah karena proses hacking anda akan jauh lebih mudah.2. Download program-program yang dibutuhkan yaitu Wireshark dan Cain&Abel.Code:
http://www.wireshark.org/download.html
http://www.oxid.it/cain.html

Cara Menggunakan WireShark:
* Jalankan program wireshark* Tekan tombol Ctrl+k (klik capture lalu option)* Pastikan isi pada Interfacenya adalah Ethernet Card anda yang menuju ke jaringan, bila bukan ganti dan pastikan pula bahwa “Capture packets in promiscuous mode” on* Klik tombol start* Klik tombol stop setelah anda merasa yakin bahwa ada password yang masuk selama anda menekan tombol start* Anda bisa melihat semua jenis packet yang masuk dan keluar di jaringan (atau pada komputer anda saja jika network anda menggunakan Swtich* Untuk menganalisis datanya klik kanan pada data yang ingin di analisis lalu klik “Follow TCP Stream” dan selamat menganalisis paketnya (saya tidak akan menjelaskan caranya karena saya tidak bisa )* Yang jelas dari data itu pasti di dalamnya terdapat informasi2 yang dimasukkan korban ke website dan sebaliknya
Cara di atas hanya berlaku apabila jaringan anda adalah Hub bukan switchDari cara di atas anda dapat mengetahui bahwa jaringan anda adalah hub/switch dengan melihat pada kolom IP Source dan IP Destination. Bila pada setiap baris salah satu dari keduanya merupakan ip anda maka dapat dipastikan jaringan anda adalah jaringan switch, bila tidak ya berarti sebaliknya.
Cara Menggunakan Cain&Abel:
* Penggunaan program ini jauh lebih mudah dan simple daripada menggunakan wireshark, tetapi bila anda menginginkan semua packet yang sudah keluar dan masuk disarankan anda menggunakan program wireshark* Buka program Cain anda* Klik pada bagian configure* Pada bagian “Sniffer” pilih ethernet card yang akan anda gunakan* Pada bagian “HTTP Fields” anda harus menambahkan username fields dan password fields nya apabila yang anda inginkan tidak ada di daftar.Sebagai contoh saya akan beritahukan bahwa kalo anda mau hack password Friendster anda harus menambahkan di username fields dan passworsd fields kata name, untuk yang lain anda bisa mencarinya dengan menekan klik kanan view source dan anda harus mencari variabel input dari login dan password website tersebut. Yang sudah ada di defaultnya rasanyan sudah cukup lengkap, anda dapat mencuri pass yang ada di klubmentari tanpa menambah apapun.* Setelah itu apply settingannya dan klik ok* Di menu utama terdapat 8 tab, dan yang akan dibahas hanya 1 tab yaitu tab “Sniffer” karena itu pilih lah tab tersebut dan jangan pindah2 dari tab tersebut untuk mencegah kebingungan anda sendiri* Aktifkan Sniffer dengan cara klik tombol sniffer yang ada di atas tab2 tersebut, carilah tombol yang tulisannya “Start/Stop Sniffer”* Bila anda ada di jaringan hub saat ini anda sudah bisa mengetahui password yang masuk dengan cara klik tab (Kali ini tab yang ada di bawah bukan yang di tengah, yang ditengah sudah tidak usah diklik-klik lagi) “Passwords”* Anda tinggal memilih password dari koneksi mana yang ingin anda lihat akan sudah terdaftar di sana* Bila anda ternyata ada di jaringan switch, ini membutuhkan perjuangan lebih, anda harus mengaktifkan APR yang tombolonya ada di sebelah kanan Sniffer (Dan ini tidak dijamin berhasil karena manage dari switch jauh lebih lengkap&secure dari hub)* Sebelum diaktifkan pada tab sniffer yang bagian bawah pilih APR* Akan terlihat 2 buah list yang masih kosong, klik list kosong bagian atas kemudian klik tombol “+” (Bentuknya seperti itu) yang ada di jajaran tombol sniffer APR dll* Akan ada 2 buah field yang berisi semua host yang ada di jaringan anda* Hubungkan antara alamat ip korban dan alamat ip gateway server (untuk mengetahui alamat gateway server klik start pada komp anda pilih run ketik cmd lalu ketik ipconfig pada command prompt)* Setelah itu baru aktifkan APR, dan semua data dari komp korban ke server dapat anda lihat dengan cara yang sama.
Anda dapat menjalankan kedua program di atas secara bersamaan (Cain untuk APR dan wireshark untuk packet sniffing) bila ingin hasil yang lebih maksimal.
Password yang bisa anda curi adalah password yang ada di server HTTP (server yang tidak terenkripsi), bila data tersebut ada di server yang terenkripsi maka anda harus mendekripsi data tersebut sebelum memperoleh passwordnya (dan itu akan membutuhkan langkah2 yang jauh lebih panjang dari cara hack ini)Untuk istilah-istilah yang tidak ngerti bisa dicari di wikipedia (tapi yang inggris ya kalo yang indo jg belum tentu ada).

Masuk Windows Yang di Password

Logon ke desktop melalui safe mode, caranya >>
Hidupkan PC/laptop
Sebelum meloading Windows, tekan F8 berkali-kali hingga muncul beberapa opsi logon (Windows Advanced Option Menu)
Pilih Safe Mode dengan cara menyorotnya dilanjutkan dengan ENTER
Masuk dengan account Administrator hingga masuk desktop safe mode
2. Kemudian Klik Start >> Control Panel >> User Accounts hingga tampil jendela User Accounts.
3. Kemudian pilih account yang akan diganti passwordnya (karena lupa) hingga tampil jendela berikutnya.
4. Kemudian Klik Change the Password, untuk mengganti password account tersebut, seperti di bawah ini. Ketikkan password yang baru pada baris yang disediakan kemudian dilanjutkan dengan klik Change Password.
Atau jika tidak ingin menggantinya, kita dapat memilik Remove the Password untuk menghapus password yang ada kemudian dilanjutkan dengan menekan Remove Password.
5. Kemudian restart komputer
6. Selesai.
Powered By Blogger